Seringkali orang menjadi frustasi karena sedih, karena kegagalannya.Tak jarang juga juga orang sombong karena keberhasilannya. Sebenarnya semua itu yang mewarnai kehidupan kita. Dan apakah kita harus menjadi seperti itu? Sebaiknya tidak. Tapi percuma saja, karena bagaimanapun usaha kita, berapapun usaha kita, ada kalanya kita menjadi sombong ataupun frustasi. Tapi apakah tak bisa di cegah? tentu saja bisa. Bagaimana caranya?
Caranya mudah saja, dengan menyadari bahwa sombong dan frustasi itu tak ada gunanya, hanya membawa malapetaka saja. Tapi tak jarang orang yang sudah menyadari semua itu menjadi sombong atau frustasi. Lalu bagaimana sebaiknya kita bertindak? Ya itu tergantung dari kita sendiri. Berdoa itu cara yang baik. Saat kita sadar kita butuh Bimbingan dari-Nya sehingga kita dapat melakukan apa yang terbaik. Jadi ingatlah, Jangan sombong karena di atas langit masih ada langit, saat kau berhasil masih ada yang lebih berhasil dari kamu. Dan jangan frustasi sebab di bawah bumi masih ada bumi, saat kau gagal masih ada yang lebih gagal dari kita.
Caranya mudah saja, dengan menyadari bahwa sombong dan frustasi itu tak ada gunanya, hanya membawa malapetaka saja. Tapi tak jarang orang yang sudah menyadari semua itu menjadi sombong atau frustasi. Lalu bagaimana sebaiknya kita bertindak? Ya itu tergantung dari kita sendiri. Berdoa itu cara yang baik. Saat kita sadar kita butuh Bimbingan dari-Nya sehingga kita dapat melakukan apa yang terbaik. Jadi ingatlah, Jangan sombong karena di atas langit masih ada langit, saat kau berhasil masih ada yang lebih berhasil dari kamu. Dan jangan frustasi sebab di bawah bumi masih ada bumi, saat kau gagal masih ada yang lebih gagal dari kita.
Benar sekali mas, agaknya kata2 mutiara yang menjadi judul artikel diatas. Menjadi obat yang paling manjur ketika kita berada diposisi puncak maupun saat kita terpuruk dibawah.
BalasHapus